Read Time:3 Minute, 23 Second

Kisah ini saya dapatkan dari laman facebook yang katanya kisah ini merupakan kisah nyata. Terlepas dari benar tidaknya kisah ini, yang jelas bagi saya pribadi kisah ini sungguh sangat menyentuh dan sangat menginspirasi bahwa untuk bersedekah itu tidak harus menunggu kaya dan tidak harus pula dengan harta. Melainkan dapat dengan berbagai cara seperti yang dilakukan oleh bapak tukang becak dibawah ini. Silahkan dibaca Cerita Sedekahnya Bapak Tukang Becak.

Cara Sedekahnya Bapak Tukang Becak

Ada seorang tukang becak, yang sudah cukup sepuh (tua), beliau tinggal di daerah Dinoyo (Malang, Jatim). Setiap hari Jum’at, ia menggratiskan tarif becaknya, dengan niat shodaqoh.
Pada Suatu hari , tepatnya hari Jum’at, ada seorang pria bapak-bapak yang jadi penumpangnya.
Pria itu naik becak untuk jarak dekat saja, tanpa tawar-menawar, pria itu pun membayar tarif becak yang di tumpanginya dengan uang Rp20ribu, tetapi anehnya uang bayaran td langsung ditolak sama bapak tukang becak,  beliau bilang :

“Kulo ikhlas Pak, pun usah dibayar, kula sagete shodaqoh nggeh ngeten niki..”
“(Saya ikhlas Pak, sudah jangan dibayar, saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini..).”

Si penumpang pun kaget, tapi karena terburu-buru, Pria itu langsung pergi begitu saja, tentu saja setelah mengucapkan terima-kasih.

Minggu Berikutnya

Pada Pekan berikutnya, dan pada hari jumat pula, Pria itu bertemu lagi dengan tukang becak yang sama pada Jum’at lalu. Setelah diantar ke tempat tujuan, Pria itu menyodorkan uang 200ribu, atau 10x lipat dari shodaqoh tukang becak kepada pria ini Jum’at lalu, untuk tarif becaknya.
Tukang becak yang sudah sepuh ini pun menjawab dengan tenang :

“Insyaallah.. Kulo ikhlas pak. Kulo sagete shodaqoh nggih namung ngeten niki,, ngateraken tiyang.”
“(Insyaallah.. Saya ikhlas Pak. Saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini,, mengantarkan orang..).”

Karena merasa aneh, Pria yang menumpang itu menimpali nya:

“Lha kalau begini terus, Istri, dan Anak bapak makan apa.!? Kenapa nggak mau dibayar..?!”

Tukang becak itu pun menjawab :

“Alhamdulillah, Rayat kulo nggih sami ikhlas menawi saben Jum’at kula shodaqoh ngeten niki..”.
“(Alhamdulillah, Istri saya pun sama-sama ikhlas jika tiap hari Jum’at saya bershodaqoh dengan cara ini..)”

“Oh,, jadi Bapak nggak mau di bayar pada hari Jum’at saja..!?” Tanya si penumpang memastikan.
“Nggeh, Pak”
“Rumah bapak dimana?” Tanya penumpang penasaran..
“Wonten Dinoyo Pak, wingkingipun bank..”.
“(Tinggal di Dinoyo Pak, sebelah belakang bank..)”

Hari pun berlalu, dan di hari Jum’at berikutnya, Pria penumpang becak yang penasaran ini mencari rumah Tukang becak itu. Setelah menyusuri gang sempit sebelah gedung bank di daerah dinoyo, akhirnya Pria itu ketemu juga dengan rumah sederhana milik Tukang becak yang di carinya.

BACA JUGA  3 Model Pembelajaran dalam Membentuk Perilaku Saintifik

Terbukanya Pintu Hidayah

Setelah mengetuk pintu, keluarlah seorang wanita yang sudah tua, masih menggunakan mukena.
Hatinya tergetar…batinnya menangis..betapa selama ini, ia yang sangat di cukupi kebutuhannya oleh Allah s.w.t, malah jarang bersimpuh kepada-Nya. Jangankan sedekah, dan sholat dhuha, sholat wajib saja masih sering ia tinggalkan..

Ia pun mencium tangan wanita tua itu, lalu meminta idzin untuk meminjam KTP bapak, dan ibu sekalian.

“Bapak tasik siap-siap badhe sholat Jum’at, niki KTP-ne damel nopo nggeh..!!?”
“(Bapak masih melakukan persiapan untuk sholat Jum’at, ini KTP nya, kalau boleh tau buat apa ya..!?)

“Bu, bapak, dan juga ibu telah membuka mata hati saya, ini jalan hidayah yang telah Allah s.w.t anugerahkan kepada saya. Insyaallah, Bapak, dan Ibu saya daftarkan untuk naik haji ONH Plus bersama saya, dan istri, mohon di terima ya, Bu..”

Masya Allah..sungguh maha pemurah Allah s.w.t yang membalas kebaikan-kebaikan kecil, dengan kebaikan-kebaikan yang jauh lebih besar.

Hikmah dibalik Cerita Sedekahnya Tukang Becak

Jika menurut Anda kisah nyata ini bermanfaat, maka jangan biarkan sedikit pengetahuan yang insyaallah mengandung hikmah ini hanya dibaca disini saja, bagikan kisah ini di facebook Anda dengan Klik SHARE/BAGIKAN pada tombol di samping kiri.

SEMOGA BERMANFAAT.

Semoga Cerita Sedekahnya Bapak tukang becak dapat membuka pintu hati kita untuk selalu bersedekah walaupun sedikit nilainya namun bisa jadi itu sangat bermanfaat bagi yang sedang membutuhkannya.

Rasulullah S.A.W bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social profiles