Mengenal Ulul ‘Azmi atau Nabi “NIMIM”

17 Views18 Views
Read Time:23 Minute, 59 Second

Trendkan.Net Sebelum kita bahas Mengenai Ulul ‘Azmi atau Nabi “NIMIM, alangkah baiknya sobat trend ingat lagi pelajaran Agama sewaktu masih di bangku sekolah mengenai Perbedaan Nabi dan Rasul serta tugas-tugasnya. Namun, jika sobat-sobat susah untuk mengingatnya biarkan trendkan.Net untuk membantunya.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Perlu diketahui, sebenarnya jumlah nabi itu sangat banyak. Bahkan beberapa ulama mengatakan bahwa jumlah nabi mencapai 124.000 ribu orang. Namun, hanya 25 orang saja yang diangkat menjadi Nabi dan Rosul Pilihan. Sobat trend tentu tahu dong ke 25 Rasul Tersebut, ya meskipun mungkin urutannya tidak hafal. itu loh yang mulai dari nabi Adam AS. sampai dengan nabi Muhammad SAW. Jadi kalau sekarang-sekarang ini ada yang mengaku dirinya nabi, tolong tinggalin aja ya sobat. Jangan didengarkan omongannya. Karena dijaman sekarang ini kalau ada orang yang mengaku dirinya nabi, biasanya orang tersebut sudah tidak waras. jadi jangan ikut-ikutan tidak waras juga ya sobat trend…

Perbedaan Nabi dan Rasul

Untuk Mengetahui Perbedaan Nabi dan Rasul sebenarnya hanya terletak pada kewajiban dan tanggung jawabnya saja, Kita tahu Nabi diberi wahyu oleh Allah SWT untuk dirinya sendiri namun tidak diberikan tanggung jawab untuk menyampaikan kepada umatnya, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah AWT untuk dirinya sendiri juga bertanggung jawab untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada Umatnya. Wahyu itu bisa berupa peringatan, atau berita baik dan buruk atau juga bisa berupa perintah atau larangan yang harus dipatuhi bukan hanya kepada orang-orang yang beriman, melainkan juga kepada semua orang.

Mengenal Ulul ‘Azmi atau Nabi “NIMIM”

Namun yang perlu di ingat, bahwa nabi dan rosul itu juga manusia biasa, mereka juga bisa merasakan haus dan lapar, bisa sakit juga bisa mati, ada yang kaya raya ada juga yang sangat miskin, diantara mereka juga ada yang bekerja sebagai pedagang ada pula yang menjadi Raja seperti Nabi Daud dan Sulaiman. Namun, diantara 25 Nabi dan Rasul tersebut ada orang-orang yang disebut sebagai Ulul ‘Azmi.

Ulul ‘Azmi artinya adalah orang-orang yang memiliki kemauan dan kemantapan jiwa yang teguh serta hati yang Kukuh dalam berjuang menegakkan Agama Allah.

Nah untuk memudahkan dalam mengingat Nama orang-orang tersebut maka dibuatlah singkatan yang menggabungkan nama-nama orang tersebut sehingga menjadi singkatan “NIMIM”

Siapakah NIMIM

Mereka yang disebut Ulul ‘Azmi atau NIMIM itu adalah :

  1. Nabi Nuh Alaihi Salam
  2. Nabi Ibrahim Alaihi Salam
  3. Nabi Musa Alaihi Salam
  4. Nabi Isa Alaihi Salam
  5. Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam

Kelima Rasul tersebut menerima cobaan yang sangat berat jika dibandingkan dengan para rasul lainnya. Kesengsaraan dan penderitaannya dalam menghadapi umat hampir kelewat batas. Oleh karena itu kelima Rasul tersebut disebut sebagai Ulul ‘Azmi dan singkatnya menjadi NIMIM.
untuk selanjutnya akan kita bahas sedikit tentang kisah dari Masing-masing Ulul ‘Azmi tersebut ya sobat trend.

Riwayat/Kisah-kisah Ulul ‘Azmi atau NIMIM dalam menjalankan tugasnya sebagai rosul

Nabi Nuh as. adalah keturunan yang kesepuluh dari Nabi Adam as. Beliau diutus oleh Allah swt. untuk menyampaikan kepada umat manusia supaya menyembah hanya kepada Allah dan melarang menyembah kepada selain Allah. Tetapi manusia di kala itu banyak yang tidak mendengarkan dan mengikuti ajakan Nabi Nuh A.S tersebut, bahkan mereka justru mencela dan menghina Nabi Nuh.As.
Sebagai seorang Ulul ‘Azmi, Nabi Nuh as. tidak pernah putus asa dan terus menyampaikan kepada kaumnya untuk kembali kejalan yang benar. Dengan segala macam cara beliau menyampaikan akan janji-janji Allah, baik berupa ampunan dan pahala, serta siksaan agar kaumnya mengikuti seruan untuk menyembah Allah.Namun semuanya itu tidak membuat kaumnya percaya dan mengikuti beliau.
Mereka yang mendengar seruan Nabi Nuh as diantaranya bahkan ada yang memasukkan kedua jari telunjuknya ke lobang telinganya dan ada yang menutupi wajah-wajahnya dengan baju mereka, sebagai isyarat, bahwa mereka menganggap Nabi Nuh as. adalah orang yang tidak waras. Melihat tingkah laku masyarakat yang acuh bahkan menghina dan mencelanya membuat beliau sangat sedih dan takut jika mereka ditimpa azab. Begitulah masyarakat pada jaman Nabi Nuh as. sehingga dalam alquran pun disebutkan bahwa kaum nabi nuh adalah salah satu kaum yang melampaui batas, sehinga Allah swt. memberikan mereka azab dengan banjir yang sangat besar sebagai balasan bagi orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sebelum Allah menurunkan azab berupa banjir bandang kepada kaum nabi Nuh As, Allah swt. mengutus seorang malaikat untuk menyuruh Nabi Nuh as, untuk membuat perahu yang besar dan cara membuatnya. Menurut salah satu riwayat, Nabi Nuh as setelah menerima perintah untuk membuat perahu, Nabi Nuh kemudian menanam pohon diatas sebuah bukit selama bertahun-tahun agar kayunya dapat di gunakan untuk membuat kapal tersebut. Kemudian beliau melaksanakan dan ketika beliau sedang membuat kapal tersebut, kaumnya yang sangat zalim tetap saja mengejek dengan berkata: “Lihatlah Nabi kita sekarang sudah menjadi tukang kayu dan pandai membuat kapal, mungkin dia sudah gila. Bagaimana bisa kapal berlayar diatas daratan!”. Kemudian Nabi Nuh membalasan ejekan mereka, beliau berkata: “Jika kalian mengejek kami, maka sesungguhnya kamipun mengejekmu sebagaimana kalian mengejek kami. Kelak kamu akan mengetahui, siapa yang ditimpa azab.
Setelah selesai membuat kapal, Nabi Nuh as. kemudian mengajak kaumnya yang telah beriman kepada Allah. Dan azab pun datang dengan ditandai hujan yang sangat lebat yang turun tidak henti-hentinya, sampai berhari-hari lamanya disusul keluarnya mata air dari dalam bumi dan badai yang sangat dahsyat, sehingga air terus naik semakin tinggi dan daratan berubah menjadi lautan luas. Dalam keadaan yang demikian kaum Nabi Nuh berusaha untuk menyelamatkan diri mereka lari mencari tempat perlindung di bukit-bukit dan gunung-gunung, tetapi mereka tidak selamat dan binasa ditelan oleh banjir.
Disamping itu Nabi Nuh dan pengikutnya selamat dan kapal yang dibuatnya diatas bukit itu telah berlayar, kecuali anaknya sendiri yang bernama Kan’an ia diseret air bah ketika itu Nabi Nuh melihat anaknya yang hampir tenggelan beliau memanggil anaknya, dengan berkata:

“Hai anakku! Naiklah kesini bersama kami, dan janganlah kamu menjadi bersama mereka yang kufur kepada Allah.” anaknya kemudian menjawab: “Saya akan pergi ke atas gunung yang akan menyelamatkan saya dari air ini. Sahut Nabi Nuh as: Tiada seorangpun yang dapat selamat dari siksa Allah pada hari ini, kecuali orang yang dikasihi-Nya

.
Kemudian keduanya dipisahkan oleh gelombang, hingga anak Nabi Nuh termasuk orang yang tenggelam. Sebagai seorang bapak, Nabi Nuh merasa sedih melihat anaknya tenggelam, lalu ia menyeru kepada Allah:

“Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya anak saya adalah keluarga saya, sungguh janji-Mu benar dan Engkau seadil-adil yang memberikan hukuman.”

Kemudian Allah berfirman kepada Nabi Nuh as (QS. Hud: 46):

قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ۖ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۖ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

“Hai Nuh! Sesungguhnya anakmu itu bukanlah keluargamu, karena ia mengerjakan perbuatan yang tidak baik, sebab itu janganlah engkau meminta sesuatu yang tidak engkau ketahui, sesungguhnya Aku memberi pelajaran supaya engkau jangan sampai termasuk orang-orang yang bodoh.”

Dalam sekejap saja kaumnya Nabi Nuh as yang kafir sudah dilenyapkan dari muka bumi oleh banjir yang sangat hebat itu, setelah mendapat perintah dari Allah swt, barulah air itu menjadi surut dan kering.
Allah berfirman (QS. Hud: 44):

وَقِيلَ يَٰٓأَرْضُ ٱبْلَعِى مَآءَكِ وَيَٰسَمَآءُ أَقْلِعِى وَغِيضَ ٱلْمَآءُ وَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَٱسْتَوَتْ عَلَى ٱلْجُودِىِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

“Dan difirmankan: Hai bumi! Telanlah air itu! Hai langit ! Tahanlah hujan! Kemudian surutlah air itu, sedang kapal Nuh kandas diatas bukit yang bernama “JUDI”. Serta difirmankan: Binasalah kaum yang aniaya itu.”

Demikianlah kisah nabi Nuh as yang telah Allah ceritakan dalam Al-qur’an, agar kita dapat mengambil pelajaran dari kisah tersebut, supaya kita betul-betul memperkuat iman kita kepada Allah dan mentaati-Nya dan juga ta’at kepada Rasul-Nya. Menurut riwayat Nabi Nuh as. beserta keluarga dan pengikutnya, mereka terapung-apung dipermukaan air dengan kapalnnya selama enam bulan, mulai bulan Rajab sampai pada tanggal supuluh Muharram. Umat nabi Nuh yang selamat jumlah sebanyak 120 orang dan beliau wafat pada usia 950 tahun.

Kisah Nabi Ibrahim AS.

Nabi Ibrahim merupakan seorang nabi yang hidup di masa jahiliyah, masa dimana puncak dari berkumpulnya orang musyrik dan kafir. Beliau lahir pada tahun 2295 sebelum masehi di mausul. Nabi Ibrahim merupakan anak dari seorang pengrajin berhala yang termasyur pada jaman tersebut. Pada jaman beliau di mausul di perintah oleh Raja Namrud yang memerintahkan rakyatnya untuk menyembahnya sebagai tuhan.

Kelahiran Nabi Ibrahim

Pada saat Nabi Ibrahim lahir , Raja Namrud memerintahkan agar setiap bayi laki-laki yang lahir harus dibunuh, ayah Nabi Ibrahim menyembunyikan Beliau di hutan untuk menyelamatkan bani Ibrahim dari pasukan Raja Namrud. Saat Nabi Ibrahim mulai tumbuh besar beliau mulai berpikir kenapa masyarakat menyembah berhala, padahal berhala hanya benda mati yang terbuat dari batu sehingga beliau tidak mau menyembah berhala.
Beliau melihat benda-benda di langit seperti bintang dan bulan kemudian beliau berpikir bahwa “ apakah benda-benda di langit itu lah tuhan?”, namun beliau melihat bulan, bintang dan matahari tersebut terbenam dan menghilang, sehingga beliau berkata “ aku tidak akan bertuhan kepada benda-benda seperti itu”. Hal ini telah dikisahkan dalam Alquran Surat Al An’am Ayat 76-79.

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam”.

Saat Nabi beranjak dewasa, Allah memberikan akal, pikiran yang luar biasa cerdas sehingga saat itu lah Nabi Ibrahim mulai mendakwah.

BACA JUGA  Lima Produk Alkes Buatan Lokal untuk Tangani COVID-19

Masa dakwah Nabi Ibrahim

Dalam menjalankan dakwahnya Beliau dihadang dengan persoalan berat, masa jahiliyah adalah masa keserakahan, dan keburukan umat manusia terbesar. Berhala tersebar dimana-mana dijadikan tuhan yang disembah oleh Raja Namrud dan rakyatnya. Suatu hari pada saat orang-orang di Negara Nabi pergi dan meninggalkan kampungnya, Nabi Ibrahim memiliki akal untuk menghancurkan semua berhala-berhala itu, Beliau menghancurkan berhala-berhala itu dengan sebuah kapak, lalu beliau menyisakan satu berhala dan sengaja menaruh kapak sebagai kalung berhala tersebut.
Setelah Raja Namrud dan pengikutnya kembali ke negerinya, Raja Namrud sangat marah mengetahui kejadian tersebut, raja langsung menuduh Nabi Ibrahim sebagai pelakunya karena raja tahu bahwa Beliau tidak suka terhadap berhala-berhala itu, raja meminta agar Nabi Ibrahim dibawa ke hadapannya untuk di hukum.
Nabi Ibrahim tidak mengaku bahwa ia lah yang menghancurkan berhala-berhala itu, dengan kecerdasan nabi, Beliau berkata bahwa berhala besar yang berkalung kapak itulah yang menghancurkan berhala-berhala lainnya itu. Raja Namrud tertawa dan mengatakan bahwa tidak mungkin berhala batu bisa melakukan hal seperti itu. Dari situlah nabi lalu mengatakan bahwa berhala yang tidak bisa melakukan apa-apa, kenapa harus disembah?.
Mendengar perkataan Nabi Ibrahim tersebut para pengikut Raja Namrud tersadar bahwa berhala yang mereka sembah selama ini bukanlah tuhan. Raja Namrud semakin marah terhadap Beliau, raja memerintahkan pasukannya untuk membakar Beliau hidup-hidup. Nabi di ikat di tengah tumpukan kayu lalu raja memerintahkan untuk menghidupkan api untuk membakar Nabi Ibrahim.
Atas kuasa dan izin Allah Nabi Ibrahim diselamatkan dari kobaran api yang panas tersebut. Melalui surat An Anbiya ayat 69 Allah berfirman :

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ

“ kami berfirman “ hai api, menjadi dinginlah dan menjadi keselamatan bagi Ibrahim”

.
Betapa terkejutnya Raja Namrud dan pengikutnya ketika api yang besar itu padam Nabi Ibrahim keluar tanpa luka sedikitpun.

Nabi Ibrahim Di Uji Untuk Mengorbankan Anaknya

Nabi Ibrahim mempunyai dua istri yang bernama sarah dan Siti Hajar, serta memiliki dua anak yang bernama Ismail dan Ishaq, Nabi Ibrahim saat lahir anak pertamanya yaitu Ismail, Allah memerintahkan Beliau untuk menyembelih anak nya tersebut, padahal Beliau telah menanti berpuluh-puluh tahun agar dapat dikaruniai anak, karena kkecintaan dan ketaqwaannya kepada Allah. Nabi Ibrahim bersedia menyembelih anaknya ismail dengan tulus ikhlas, melihat ketaqwaan Beliau tersebut Allah kemudian mengganti ismail dengan seekor kambing. Untuk menghormati peristiwa tersebut umat Islam di setiap tanggal 10 dzulhijah melakukan penyembelihan hewan qurban. Nabi Ibrahim pada akhirnya wafat dalam usia lebih dari 200 tahun. Kemudian dakwahnya digantikan kedua anaknya yaitu Ismali dan Ishaq, keduanya pun juga diakui sebagai nabi.

Kisah Nabi Musa AS.

Nabi Musa adalah anak dari Nabi Yakub Bin Ishak yang berasal dari Suku Lewi Negara mesir, beliau diangkat menjadi nabi pada tahun 1450 sebelum masehi. Nabi Musa memiliki kitab suci Taurat. Beliau merupakan salah satu nabi yang masuk kedalam ulul azmi. Umat Nabi Musa bernama Bani Israil.
Pada saat kelahiran Beliau, Mesir diperintah oleh seorang raja dzalim bernama Firaun, Raja Firaun membudayakan kekerasan, kekejaman , dan kesewenang-wenangan sehingga rakyatnya hidup dalam ketakutan dan ketidak tenangan. Raja Firaun juga memerintahkan kepada rakyatnya untuk menyembah nya seperti tuhan.

Kelahiran Nabi Musa

Pada suatu hari Raja Firaun di ramal oleh seorang ahli nujum, dikatakan bahwa Raja Firaun akan dibinasakan oleh seorang anak laki-laki keturunan bani israil. Mendengar ramalan tersebut Raja Firaun memerintahkan setiap bayi laki-laki yang dilahirkan di wilayah mesir agar dibunuh tanpa terkecuali. Setiap tentara Raja Firaun diperintahkan memasuki rumah-rumah penduduk mesir agar tidak ada satupun bayi laki-laki yang hidup.
Namun atas kehendak dan seijin Allah SWT telah lahir seorang bayi laki-laki keturunan yakub bin ishak yang sehat, untuk menghindarkan dari kejaran tentara Raja Firaun, bayi Nabi Musa di hanyutkan ke Sungai Nill. Bayi Beliau ditemukan oleh aisah istri dari Raja Firaun itu sendiri, aisah meminta agar sang raja membiarkan bayi musa hidup dan diangkat menjadi anak tirinya. Bahkan yang memberi nama bayi tersebut musa adalah keluarga Firaun sendiri, musa berarti air dan pohon. Beliau dididik sebagaimana anak-anak Raja Firaun yang lainnya tanpa perbedaan.

Mukjizat Nabi Musa

Saat sudah dewasa Nabi Musa dikaruniai kecerdasan dan kesempurnaan jasmani oleh Allah SWT. Melihat kesengsaraan kaum Bani Israil yang ditindas oleh Raja Firaun, Beliau berjanji akan membela kaum Bani Israil yang lemah, karena itulah Beliau memilih untuk meninggalkan istana Raja Firaun. 10 tahun Nabi Musa keluar dari mesir, setelah beristri shafura anak dari Nabi Syuaib ,Beliau bertekat untuk kembali ke mesir menemui keluarganya, agar tidak tertangkap oleh tentara mesir Beliau melewati Bukit Thur Sina, saat di Bukit Thur Sina.
Nabi Musa melihat ada sinar api diatas bukit, saat Beliau mendekati api tersebut terdengar suara seruan yang mengatakan bahwa tiada tuhan selain Allah, di Bukit Sina Beliau menerima wahyu pertamanya. Di bukit tersebut Allah SWT juga memberikan mukjiizat kenabian musa melalui tongkatnya, saat diletakkan ke tanah ular tersebut berubah menjadi ular besar, ketika diambil oleh Nabi Musa tongkat itu kembali berubah menjadi tongkat biasa.
Nabi Musa juga memiliki mukjizat dapat menyembuhkan orang sakit. Kedua mukjizat yang dimilikinya tersebut digunakan untuk membantu kaum tertindas. Sesampainya di mesir Beliau di perintahkan oleh Allah agar mendakwah dan membawa umat Firaun ke jalan yang benar menyembah Allah SWT. Kemudian Beliau menemui Firaun dan berdakwah kepadanya bahwa apa yang telah dilakukan oleh Firaun menyiksa bani israil adalah sebuah kejahatan, selain itu Beliau juga mengingatkan Raja Firaun agar kembali ke jalan Allah untuk segera bertobat dan minta ampunan.
Sayangnya Raja Firaun menolak, dia malah semakin murka kepada Nabi Musa, Raja Firaun meminta bukti akan adanya Allah, Beliau lalu menunjukkan mukjizatnya, tongkat yang dipegang Beliau dibiarkan menjadi ular yang mengejar Firaun, namun Firaun malah menuduh Beliau sebagai seorang tukang sihir, Raja Firaun memerintahkan untuk membunuh Nabi Musa dan semua pengikutnya. Mendengar hal tersebut Nabi Musa dan para pengikutnya berusaha menyelamatkan diri dengan pergi dari mesir, namun pasukan Raja Firaun terus mengejar mereka, dalam keadaan terdesak Beliau berdoa kepada Allah agar diberikan keselamatan untuk semua umatnya.
Allah SWT sangat menyayangi Beliau, doa Beliau pun terkabul. Saat beliau dan pengikutnya sudah terpojok di Sungai Nill Allah memberikan mukjizat selanjutnya dengan mengetukkan tongkatnya Beliau membelah laut nill sagar bisa dilalui oleh beliau dan seluruh umatnya. Setelah selesai menyeberang, pasukan Firaun yang mengejar mereka ikut menyeberang, atas perlindungan Allah SWT tongkat Beliau pun mengetuk kembali Sungai Nill kemudian tertutuplah kembali sungai itu, semua pasukan dan juga Raja Firaun sendiri tenggelam di dasar laut..

Kisah Nabi Isa AS.

Awal kisah Nabi Isa As dimulai ketika Maryam, menjauhkan diri dari keluarganya ke sebuah ruangan tersendiri yang kemungkinan merupakan tempat ibadah. Di mana Allah kemudian mengutus malaikat kepada Maryam dalam bentuk manusia yang tiba-tiba muncul dihadapannya. Sosok tersebut menjelaskan bahwa dia malaikat utusan Allah yang akan menyampaikan seorang putra kepadanya. Maryam heran, bagaimana dia akan mempunyai anak sedangkan dia tidak disentuh oleh laki-laki. Tetapi bagi Allah semua itu mudah sekali. Kelahiran anaknya yaitu Nabi Isa AS. akan menjadi bukti kekuasaan Allah dan suatu rahmat bagi mereka dengan diutusnya sebagai nabi yang akan membimbing manusia.
Sami bin Abdullah dalam Atlas Sejarah Nabi mencatat bahwa Nabi Isa As lahir di Betlehem, Baitulah, pada masa kekuasaan Herodes Romawi di Palestina. Dikisahkan bahwa Maryam membawa bayi itu kepada kaumnya dengan menggendongnya.
Namun kaumnya mempertanyakan siapa bapak anak yang Maryam gendong seraya berkata, “Wahai Maryam, sesungguh engkau telah membawa sesuatu yang sangat mugkar. Wahai saudara perempuan Harun, ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina.‛ Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?
Isa kecil berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan kembali.” Itulah cuplikan kisah kelahiran Nabi Isa As yang terangkum dalam QS. Maryam: 23-33.
Alquran menyebut Nabi Isa sebagai al-Masih sebanyak 9 kali, yang berarti utusan Tuhan. Dalam bahasa Arab diambil dari kata Yasu’ sebagai padanan kata Yesus atau dalam bahasa Inggris disebut Jesus. Terambil dari kata saha-yasihu yang berarti berwisata, karena Nabi Isa As dikenal berpindah-pindah dari tempat yang satu menuju tempat lain untuk mengajak manusia ke jalan yang benar.

BACA JUGA  Peraturan Sekolah yang Aneh, Bikin Geleng-geleng Kepala

Perawakan Nabi Isa

Tanda keistimewaan seorang Nabi Isa As sudah terlihat dari dia masih bayi, dia bisa berbicara untuk menyelamatkan ibunya, Maryam, dari fitnah yang menimpanya. Ini merupakan mukjizat pertama yang diberikan Allah kepada Nabi Isa..
kemudian Nabi Isa As tumbuh menjadi sosok yang mengagumkan sebagaimana dikemukakan Abbas Al-‘Aqqad dalam bukunya, Hayah al-Masih yang berisikan riwayat yang popular sejak abad keempat Masehi, yang merupakan laporan kepada Senat Imperium Romawi.
Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Secercah Cahaya Ilahi; Hidup bersama Alquran, menyebutkan bahwa riwayat tersebut antara lain melukiskan bahwa al-Masih merupakan sosok yang berpenampilan sangat terhormat dengan perawakan sedang, rambutnya lurus rapi tapi di bagian telinyanya keriting lagi mengkilat. Tidak ada tanda keburukan di wajahnya dan selalu tampak berseri. Dari wajahnya terpancar kasih sayang dan wibawa. Sehingga siapapun yang melihat akan simpati kepadanya sekaligus takut.
Nabi Isa As dikenal berpindah-pindah dari tempat satu ketempat yang lain. Dalam perjalananya tersebut, banyak pesan-pesan moral serta sikap dan perilaku beliau yang perlu dicamkan oleh semua yang mendambakan tegaknya budi luhur. Dari uraian-uraiannya, dapat disimpulkan bahwa beliau sangat simpatik, berbicara penuh percaya diri, serta meyakinkan para pendengarnya. Keindahan terlihat jelas pada ucapan-ucapan beliau yang tercermin dalam perumpamaan yang sering beliau ucapkan.
Dalam perjalanan dakwahnya Nabi Isa As menemui Nabi Yahya bin Zakaria untuk dibaptis. Menurut Sami bin Aldullah al-Mughluts, baptis merupakan suatu istilah dalam agama Nasrani yang berarti memandikan seseorang dengan mandi taubat. Setelah itu, Malaikat Jibril turun dan inilah tanda awal kenabiannya.
Setelah kejadian itu, Nabi Isa As kemudian pergi ke padang pasir dan berpuasa selama 40 hari tanpa makan dan minum. Kemudian Allah menurunkan kitab Injil kepada Nabi Isa As. Sejak saat itu, risalah Nabi Isa As berlaku kepada kaum Yahudi yang telah menyeleweng dari syariat Nabi Musa. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. al- Ma’idah: 78-79

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ
كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.

Mukjizat Nabi Isa As

Nabi Isa As berdakwah di daerah Galilea. Namun kaum Yahudi memintanya untuk menunjukkan mukjizatnya yang dapat untuk memperkuat dan membenarkan dakwah serta risalahnya. Atas izin Allah, Nabi Isa menunjukkan kemukjizatannya yaitu beliau mampu membuat burung dan meniupnya sehingga menjadi hidup, menyembuhkan orang yang buta bawaan hingga bisa melihat lagi, menyembuhkan penyakit kusta, dan menghidupkan orang yang mati. Beliau menegaskan bahwa kemampuannya adalah atas izin Allah, bukan dari beliau sendiri. (QS. Ali Imran: 48-49)

وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ
وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ اللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.
Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.

Selama proses dakwah, Nabi Isa As menghadapi bangsa Yahudi dengan berbagai kesulitan, bahkan mereka sering mengolok-ngoloknya dengan mengatakan bahwa beliau anak haram dan ibunya seorang pezina. Nabi Isa As pun merasa bahwa bangsa Yahudi ingkar terhadap kerasulannya dan menghalangi dakwahnya.
Keingkaran Kaum Yahudi bermula karena mereka menolak tujuan dakwah Nabi Isa. Yaitu pertama untuk membasmi kegilaan mereka terhadap materi yang menyebabkan kelalaian terhadap tuhan. Kedua, mengoreksi ajaran para Rahib (pendeta) yang mengaku-ngaku bahwa mereka penghubung antara manusia dan tuhan, sehingga tanpa mereka maka tidak sempurna hubungan manusia dengan Tuhan.

Nabi Isa Diangkat ke Langit oleh Allah

Ketika penolakan Bani Israil semakin menjadi-jadi, Nabi Isa As menyingkir dan pergi menuju Baitul Maqdis pada saat hari raya umat Yahudi. Kejadian ini membuat para Pendeta Yahudi marah, karena mereka khawatir jika ajaran Nabi Isa As akan menyebar. Lalu mereka membuat berita dusta tentang Nabi Isa As kepada penguasa Romawi, yaitu Raja Pilatus pengganti Raja Herodes di Palestina.
Akibat hasutan tersebut wakil Raja atau Gubernur yang berada di Baitul Maqdis menerima surat dari raja yang berisikan perintah untuk membunuh Nabi Isa As, maka gubernur Baitul Maqdis segera menjalankan perintah raja.
Ketika masa pengejaran tersebut, Nabi Isa As sedang bersama dengan 12 sahabatnya atau yang dalam Alquran disebut sebagai Hawariyyin. Tapi salah seorang dari mereka, Yahudza al-Askharyuti atau Yudas Iskariot, ternyata berkhianat dengan menunjukkan persembunyian Nabi Isa. Maka terkepunglah Nabi Isa oleh pasukan Gubernur yang datang beserta sekelompok orang Yahudi, ketika itu adalah hari Jum’at sore menjelang malam Sabtu.
Namun Allah berkehendak lain dan menyelamatkan Nabi Isa Aa dari kelicikan kaum Yahudi. Allah kemudian menyerupakan Yahudza persis seperti Nabi Isa As dengan demikian, para prajurit menangkap Yahudza yang mirip dengan Nabi Isa As dan menyerahkannya kepada Raja Pilatus. Mereka kemudian menyalib dan membunuhnya seperti yang dikisahkan dalam QS. al-Nisa :157-158.
Dalam Tafsir al-Azhar, Hamka menyebutkan mayoritas ulama menyatakan Nabi Isa diangkat jasad dan nyawanya, sehingga beliau sampai sekarang masih hidup dengan tubuh dan nyawanya. Para ulama mengartikan kata tawaffa berarti tidur berdasarkan riwayat dari Ibn Jarir al-Thabari yang menyatakan bahwa makna lafal innî mutawaffika adalah mengangkatnya dalam keadaan tidur. Hal ini juga sebagaimana riwayat dari Hasan, bahwa Rasulullah pernah berkata kepada kaum Yahudi bahwa Nabi Isa As belum wafat dan akan datang sebelum hari kiamat.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Rasulullah SAW lahir pada Tahun Gajah yaitu tahun dimana pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah Habasyah yang tengah ingin merobohkan Ka’bah. Dengan kebesaran-Nya, Allah SWT menghentikan pasukan tersebut dengan mengirimkan burung-burung ababil untuk menjatuhkan batu-batu yang membawa wabah penyakit. Kejadian ini terdapat di Al-Quran, Surat Al Fil yang berarti pasukan gajah. Di tahun inilah, Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah dan dibesarkan sebagai anak yatim karena Abdullah, ayah Nabi Muhammad, wafat sebelum Rasulullah SAW lahir. Beberapa tahun setelah menghabiskan waktu dengan ibunya, Aminah, Nabi Muhammad SAW kemudian dibesarkan oleh kakeknya yaitu Abdul Muthalib. Sayangnya, umur kakeknya pun juga hanya sebentar. Setelah dua tahun dibesarkan oleh kakeknya, Abdul Mutholib meninggal pada umur Rasul yang kedelapan dan Nabi diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Abu Thalib dikenal dengan orang yang dermawan walaupun hidupnya fakir atau tidak mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Hanya dengan keadaan tersebut, Nabi Muhammad SAW dapat berkembang dan tumbuh dengan pamannya.

Nabi Muhammad SAW Mendapatkan Wahyu Pertama

Sebelum menjadi seorang Rasul, Nabi Muhammad telah mendapatkan beberapa karunia istimewa dari Allah seperti wajahnya yang bersih dan bersinar yang mengalahkan sinar bulan, tumbuh suburnya daerah tempat Halimah (ibu yang menyusui Nabi) padahal tadinya gersang dan kering, dan lain sebagainya. Itulah tanda-tanda kebesaran Allah yang menandakan akan datangnya nabi yang terakhir yang memiliki kedudukan yang tertinggi nantinya. Pada saat Rasul ingin mendapatkan wahyu pertamanya, Rasul mendapatkan sebuah mimpi Malaikat Jibril menghampirinya. Rasul pun menyendiri di Gua Hira tepatnya di sebelah atas Jabal Nur. Disitulah Rasul diperlihatkan bahwa mimpinya adalah benar. Malaikat Jibril pun datang kepada Rasul dan turunlah wahyu yang pertama yang ia bawakan dari Allah SWT,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ◌ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ◌ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ◌ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ◌

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq, 1-4) Walaupun Nabi merasa ketakutan, disitulah kisal rasul dimulai. Disitulah tempat datangnya Nabi yang terakhir yang akan membawa kedamaian untuk seluruh umat.

Berdakwah secara Rahasia

Setelah mendapatkan wahyu yang pertama, Nabi kemudian melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi. Adapun orang-orang yang menjadi pengikut pertamanya adalah Khadijah, Abu Bakar Al-Shiddiq dan Zaid bin Haritsah, Ummu Aiman, Ali bin Abu Thalib, dan Bilal bin Rabah. Allah Memerintahkan Dakwah secara Terang-terangan Setelah beberapa tahun melakukan dakwah secara diam-diam, turunlah perintah Allah SWT dalam surat al-hijr ayat 94 dan memerintahkan Nabi untuk berdakwah secara terang-terangan.

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِينَ

Artinya: “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.” semoga artikel ini bermanfaat bagi para sobat trend..
Rasulullah S.A.W bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

ArRahim
Berbagi itu bukan tentang seberapa besar dan seberapa berharganya apa yang kau beri, namun seberapa tulus dan ikhlasnya apa yang ingin kau beri.
administrator
Happy
Happy
Sad
Sad
Excited
Excited
Sleppy
Sleppy
Angry
Angry
Surprise
Surprise

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *